[close]

Archive for the “Khasanah” Category

Sebuah Cerita tentang Pencitraan

Sebuah Cerita tentang Pencitraan

Saat saya masih baru “berpetualang” di dunia broadcasting di sebuah televisi swasta nasional, suatu ketika saya ditempatkan untuk menjalankan progran sketsa komedi. Saat pertama kali shooting program (tidak secara live), sangat tergambar jelas bahwa acara yang sejatinya adalah mengandalkan humor sebagai nilai jual kepada pemirsa di rumah dalam kenyataannya sangat “garing” dan membosankan. Namun tidak tergambar jelas dari mimik sang produser dan production assistant senior saya, sebuah  kegelisahan akan jeleknya tayangan shooting tersebut.

Usut punya usut, sampailah saya dalam tahap editing dalam sebuah kamar editing yang canggih. Dari situlah, dengan cutting bagian-bagian yang tidak penting, sangat “garing” dan dengan menambahkan sound effect suara tertawa, tepuk tangan dan celetukan pada moment yang sangat tepat, maka terciptalah output tayangan sketsa komedi sangat lucu dan enak ditonton. Dan lebih mencengangkan lagi, rating dan share tayangan yang merupakan tolok ukur respon penonton terhadap tayangan tersebut benar-benar tinggi.

Baca selengkapnya August 8, 2010 Posted Under Khasanah, Opini, Pengalaman, Renungan

Filosofi Saluran Air dalam Infak

Filosofi Saluran Air dalam Infak

Kemudahan mencari rezeki atau nafkah adalah topik yang paling sering dicari dan ditanyakan khalayak kepada pada ustadz atau dalam media lain. Kebanyakan dari jawaban itu adalah sama, yakni agar rajin berinfak/bersedekah.  Di antara berbagai banyak kajian-kajian mengenai kausalitas antara kemudahan nafkah dengan infak itu, terdapat sebuah filosofi yang sangat menarik untuk dikaji.

Nafkah, yang merupakan hal yang sangat dicari oleh manusia dalam hidup mempunyai akar kata yang sama dalam bahasa Arab dengan infaq. Jika diartikan secara bebas, nafkah berarti rezeki yang didapatkan, sedangkan infak adalah rezeki yang diberikan kepada orang lain. keduanya berasal dari kata nafaqa dalam bahasa Arab.

Yang patut dicermati adalah Bahasa Arab menyebutkan sebuah terowongan, terusan, selokan, atau saluran air dengan kata nafaq. Jika diperdalam dan dipelajari lagi adalah bahwa sebuah saluran air yang baik adalah kedua lubangnya tidak tersumbat, airnya mengalir dengan lancar. Sedangkan sebuah saluran air yang buruk adalah kedua lubangnya tersumbat, dan airnya tidak mengalir. Jika saluran air itu lancar, maka dapat dipastikan saluran air itu lebih cenderung tidak menimbulkan penyakit, tidak dihuni jentik nyamuk, tidak menimbulkan bau busuk. Bandingkan jika saluran air itu tidak lancar beragam penyakit dan musibah siap untuk menyerang manusia yang dekat dengan saluran air itu, mulai dari demam berdarah sampai bencana banjir.

Baca selengkapnya April 27, 2010 Posted Under Khasanah

Secuil Ekonomi Islam: Jalur Infak yang memberantas kemiskinan

Secuil Ekonomi Islam: Jalur Infak yang memberantas kemiskinan

Saat mempelajari teori ekonomi pembangunan, saya sempat mengenal suatu teori yang sangat populer dan sangat tidak asing disebut. Teori itu disebut Trickle Down Effect. Teori ini lahir dari aliran kapitalisme yang dulu sangat diagung-agungkan oleh pemerintahan orde baru. Teori ini menjelaskan tentang bagaimana sebuah pertumbuhan akan berdampak pada  kemakmuran sebuah negara.

Dalam teori ini, kemakmuran akan dapat tercapai dengan pertumbuhan ekonomi yang tinggi, tanpa perlu memperhitungkan pemerataan ekonomi. Dalam pandangan teori ini, suatu suntikan ekspansi ekonomi akan berdampak pada multiplier effect terhadap pelaku ekonomi di bawahnya, sehingga akan berimbas pada kemakmuran. Sebagai contoh pembangunan sektor konstruksi akan terimbas dampak positif jasa kontraktor langsung, produsen dan pedagang besi, produsen dan pedagang semen, pasir dan seterusnya. Bahasa lebih sederhananya lagi, teori ini mengibaratkan bahwa kemakmuran bagaikan tetesan air yang akan merata jika diteteskan dari atas akan menetes sampai ke bawah.

Baca selengkapnya March 26, 2010 Posted Under Khasanah

Kajian: Kabar kelahiran Rasulullah Muhammad s.a.w dalam Kitab Suci Agama Bumi

Kajian: Kabar kelahiran Rasulullah Muhammad s.a.w dalam Kitab Suci Agama Bumi

Tidaklah terbantahkan, Allah telah merencanakan segala kehendaknya dengan sempurna. Dari penciptaan langit dan bumi beserta segala isinya, serta segala sesuatu yang masih bias di mata kita. Kehadiran sang nabi besar Muhammad s.a.w yang merupakan utusan terakhir-Nya pun adalah rencana yang sangat agung. Dalam kitab-kitab suci yang diberikan pada rasul-rasul sebelumnya kabar berita mengenai akan hadirnya sang nabi akhir jaman sudah tertulis. Oleh karenanya dalam Al Qur’an Allah sampai membuat suatu perumpamaan/sindiran bagi ahli kitab bahwa mereka mengenal Rasulullah seperti mengenal anak cucu mereka sendiri. Akan tetapi banyak sekali isi kitab itu telah diubah, dihapus dan didustakan demi kepentingan mereka. Orisinalitas yang telah hilang itu membuat keabsahan berita  tentang ayat yang tersurat dengan jelas tentang kelahiran sang nabi besar akhir jaman lenyap walaupun masih banyak kajian untuk membuktikan kebenaran berita nabi akhir jaman dengan mengacu ayat-ayat yang tersirat yang masih tercantum dalam injil.

Namun, baru-baru ini terdapat suatu temuan-temuan dari kitab suci agama bumi, yakni Hindu, Budha dan Zoroaster. Apakah ini merupakan suatu rencana  dan intervensi Allah, Dzat Yang Merencanakan segala sesuatu dengan sempurna setelah banyak ayat-ayat-Nya dalam kitab sebelum Al-Qur’an didustakan ? Wallahu a’lam. Temuan-temuan ini memang menjadi suatu kajian dan masih diperdebatkan. Namun temuan-temuan ini tentu saja bukanlah suatu temuan yang tanpa dasar kuat. Mari kita kupas temuan-temuan ini (Diambil dari berbagai sumber)

Baca selengkapnya March 15, 2010 Posted Under Khasanah
Page 1 of 3123